PENGEMBANGAN TEMPAT WISATA

A Wonderfull Secret of Jumiang Desa Tanjung salah satu daerah yang menyimpan potensi alam yang menakjubkan. Desa Tanjung memiliki tempa...

Sabtu, 12 Januari 2019

LAHAN PENGHASILAN DESA TANJUNG

NELAYAN

Letak geografis Desa Tanjung yang berada di daerah pesisir pantai menjadikan masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan untuk sumber mata pencahariannya. Nelayan adalah istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan atau biota lainnya yang hidup di dasar.  Rata-rata masyarakat tanjung pencahariannya sebagai nelayang karena daerah tanjung di kelilingi oleh lautan.
 Nelayan daerah tanjung pergi untuk mencari ikan bisanya pada pagi hari sekitar jam 4 pagi dan pulang sekitar jam 10 pagi. Hasil tangkapan nelayan dijual di daerah pasar pademawu dan daerah sekitar kabupaten sampang. Para nelayan pergi untuk berlayar dalam satu perahu sekitar 10-20 orang tergantung besar perahu. Para nelayan akan mendapatkan tangkapan yang banyak biasanya

Rumput Laut Desa Tanjung

Desa tanjung merupakan salah satu dari 6 desa di kecamatan pademawu yang memiliki potensi budidaya laut. Kondisi perairannya relatif tenang, dan masih bebas dari pencemaran serta bukan merupakan wilayah perairan yang dilalui kapal nelayan jadi sangat cocok untuk dilakukan usaha budidaya laut seperti budidaya rumput sebenarnya sudah sejak tahun 2008 dilakukan oleh para nelayan sebagai mata pencaharian alternatif. Saat ini jumlah pembudidaya rumput laut di desa tanjung sebanyak 227 orang dengan produksi rumput laut mencapai 210,5 ton (rumput laut kering)
Potensi lahan budidaya laut di desa tanjung sebesar 3.400,5 Ha, namun baru dikelola seluas 5,82 Ha saja. Jika potensi lahan yang ada dimanfaatkan secara optimal maka potensi produksi rumput laut diprediksi bisa mencapai 50.000 kg (rumput laut kering). Usaha budidaya rumput sangat diminati oleh masyarakat pesisir di desa tanjung hingga sekarang, karena teknik budidayanya mudah, masa budidaya relatif singkat dan banyak menyerap tenaga kerja terutama ibu-ibu pada saat pengikatan bibit dan panen, oleh karena itu usaha dan budidaya rumput laut didesa tanjung bisa dikatakan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.

Padi di Desa Tanjung

Mata pencaharian masyarakat desa tanjung adalah sebagai petani salah satunya petani padi. Kondisi ini menempatkan komoditas padi sebagai salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat desa tanjung dimana luas lahan padi di desa tanjung memiliki luas tanah yang bisa dikatakan sangat luas. Lahan pertanian yang ada di wilayah desa tanjung adalah lahan yang dimiliki oleh penduduk desa tanjung itu sendiri  disamping sebagian kecil yang dimilki oleh warga desa sekitar. Pengolahan lahan menggunakan bantuan hewan seperti sapi ataupun mesin yaitu menggunakan traktor. Penanaman padi dilakukan 2 kali selama setahun. Pemasaran untuk hasil padi dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk padi. Kendala dalam penanaman padi yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan menanam kembali benih.

      Jagung di Desa Tanjung

Jagung di Desa Tanjung merupakan komoditas tanaman yang ditanam dengan jumlah kadar air sedikit atau ditanam pada saat musim kemarau. Dengan didukung luas lahan di Desa Tanjung yang luas proses penanaman dilakukan 1 kali tanam dalam setahun. Dengan didukung luas lahan yang luas di Desa Tanjung ini, memberikan tambahan hasil pertanian yang akan mendukung perekonmian masyarakat setempat. Kendala yang dialami petani jagung sama seperti petani padi yaitu terserang hama. Solusinya dengan penanaman kembali.

Tembakau di Desa Tanjung

Wilayah Desa Tanjung terdiri atas wilayah pesisir pantai dan dataran rendah yang sebagian besar adalah tanah atau ladang petanian dengan padi, jagung dan tembakau sebagai komoditas andalan Desa Tanjung sampai sekarang. Untuk penanaman tembakau  dari Desa Tanjung secara kuantintas terbilang besar sampai sekarangpun tembakau menjadi pilihan utama dalam sektor ekonomi masyarakat Desa Tanjung. Dalam proses penanamannya dilakukan 1x dalam satu musim (tahun). Pemasaran untuk hasil tembakau dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk tembakau. Kendala dalam penanaman tembakau yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan memberikan pupuk pestisida dengan cara menyemprot daunnya.

Garam di Desa Tanjung

      Menjadi petani garam adalah suatu anugerah yang di dapat oleh masyarakat desa tanjung. Dengan di dukung letak geografis yang strategis yang mana desa tanjung terletak dalam dua wilayah yang salah satunya yaitu wilayah yang berdekatan dengan pesisir atau bibir pantai. Dalam hal ini masyarakat desa tanjung memanfaatkan lahannya untuk dikelola menjadi lahan yang mendukung perekonomian atau pendapatan masyarakat sekitar menjadikan lahan tersebut menjadi ladang garam. Garam merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat desa tanjung. Dalam proses pembuatan garam dibutuhkan sebidang atau tanah yang luas. Dimana volume air laut yang dibutuhkan hampir setara dengan tinggi garis bidang lahan. Dalam proses pembuatan garam dilakukan 2 minggu lamanya untuk menunggu air laut menjadi kristal atau butiran garam. Proses panen garam bisa didapatkan selama 1 bulan dua kali. Pemasaran untuk hasil garam biasanya dilakukan oleh tengkulak atau ada yang mengambil barangnya hasil garam itu sendiri. Kendala dalam proses pembuatan garam yaitu tergantung pada musim. Pada saat musim hujan hasil garam akan menurun disebabkan air laut tercampur dengan air hujan yang mengakibatkan dalam pengkristalan garamnya itu sendiri tergolong lama karena tanah selalu basah dan jarang tersinari matahari. Solusi bagi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan metode atap rumah ( rumah prisma) dengan demikian pembuatan garam tidak tergantung pada musim, sehingga bisa terus memproduksikan garam walaupun itu musim penghujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar